I. 10 DOA DARI AL-QUR'AN
Kalamullah
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ،
وَعَافِيَةً فِي الجَسَدِ،
وَزِيَادَةً فِي العِلْمِ،
وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ،
وَتَوْبَةً قَبْلَ المَوْتِ،
وَرَحْمَةً عِنْدَ المَوْتِ،
وَمَغْفِرَةً بَعْدَ المَوْتِ
اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ،
وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ،
وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ
“Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin, wa ‘afiyatan fil jasadi, wa ziyadatan fil ‘ilmi, wa barakatan fir-rizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan ‘indal-maut, wa maghfiratan ba’dal-maut.
Allahumma hawwin 'alainā fī sakarātil-maut, wan-najāta minan-nār, wal-'afwa 'indal-ḥisāb.”
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati, dan ampunan setelah mati.”
wasilah: Ustad Abdul somad
1 Doa
QS. Al-Baqarah:282-286
لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِؕ وَاِنۡ تُبۡدُوۡا مَا فِىۡۤ اَنۡفُسِكُمۡ اَوۡ تُخۡفُوۡهُ يُحَاسِبۡكُمۡ بِهِ اللّٰهُؕ فَيَـغۡفِرُ لِمَنۡ يَّشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَنۡ يَّشَآءُ ؕ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ
اٰمَنَ الرَّسُوۡلُ بِمَاۤ اُنۡزِلَ اِلَيۡهِ مِنۡ رَّبِّهٖ وَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَؕ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰٓٮِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ ۚ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ اَحَدٍ مِّنۡ رُّسُلِهٖ ۚ وَقَالُوۡا سَمِعۡنَا وَاَطَعۡنَا ۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيۡكَ الۡمَصِيۡرُ
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفۡسًا اِلَّا وُسۡعَهَا ؕ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا اكۡتَسَبَتۡؕ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَاۤ اِنۡ نَّسِيۡنَاۤ اَوۡ اَخۡطَاۡنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَاۤ اِصۡرًا كَمَا حَمَلۡتَهٗ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِنَا ۚرَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ ۚ وَاعۡفُ عَنَّا وَاغۡفِرۡ لَنَا وَارۡحَمۡنَا ۚ اَنۡتَ مَوۡلٰٮنَا فَانۡصُرۡنَا عَلَى الۡقَوۡمِ الۡكٰفِرِيۡنَ
“Lillaahi maa fissamaawaati wa maa fil ard; wa in tubduu maa fiii anfusikum aw tukhfuuhu yuhaasibkum bihil laa; fayaghfiru li mai yashaaa'u wa yu'azzibu mai yashaaa u;wallaahu 'alaa kulli shai in qadiir
Aamanar-Rasuulu bimaaa unzila ilaihi mir-Rabbihii walmu'minuun; kullun aamana billaahi wa Malaaa'ikathihii wa Kutubhihii wa Rusulih laa nufarriqu baina ahadim-mir-Rusulihii wa qooluu sami'naa wa ata'naa ghufraanaka Rabbanaa wa ilaikal-masiir.
La yukallifullahu nafsan illa wusaha, laha ma kasabat wa alaiha maktasabat, rabbana la tu'akhizna in nasina au akhta'na, rabbana wa la tahmil alaina isran kama hamaltahu alal-lazina min qablina, rabbana wa la tuhammilna ma la taqata lana bih(i), wafu anna, wagfir lana, warhamna, anta maulana fansurna alal qaumil-kafirin
”
Artinya: “Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali..
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”
wasilah:
1 Doa hati tidak sesat
QS. Ali 'Imran: 8
رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوۡبَنَا بَعۡدَ اِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِنۡ لَّدُنۡكَ رَحۡمَةً ۚ اِنَّكَ اَنۡتَ الۡوَهَّابُ
“Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da iz hadaitanaa wa hab lanaa mil ladunka rahmah; innaka antal Wahhaab”
Artinya: “(Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."”
wasilah:
1 Doa Taubat Nabi Adam & Hawa
QS. Al-A'raf: 23
قَالَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Rabbanā zhalamnā anfusanā wa illam taghfir lanā wa tar-ḥamnā lanakūnanna
minal-khāsirīn.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika
Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
wasilah: Menghadapkan kehinaan diri di hadapan kemuliaan Allah. Hamba
mengakui bahwa tanpa belas kasih dan ampunan-Nya, manusia tidak memiliki daya sedikit pun dan pasti binasa.
2 Doa Pembebas Nabi Yunus
QS. Al-Anbiya: 87
لَّا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minazh-zhālimīn.”
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku
termasuk orang-orang yang zalim.”
wasilah: Menggabungkan puncak tauhid, mensucikan Allah dari segala
ketidakadilan, lalu menjatuhkan diri dengan pengakuan dosa yang tulus. Rasulullah ﷺ bersabda doa ini tidak
dipanjatkan oleh seorang muslim melainkan Allah ijabah (HR. Tirmidzi).
3 Tawasul Keimanan Ulil Albab
QS. Ali 'Imran: 193
رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ
فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
“Rabbanā innanā sami‘nā munādiyay yunādī lil-īmāni an āminū birabbikum fa-āmannā,
rabbanā faghfir lanā dzunūbanā wa kaffir ‘annā sayyi’ātinā wa tawaffanā ma‘al-abrār.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang
menyeru kepada iman: 'Berimanlah kamu kepada Tuhanmu', maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah
dosa-dosa kami (dosa besar), hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami (dosa kecil), dan wafatkanlah kami beserta
orang-orang yang berbakti.”
wasilah: Bertawasul dengan amal shalih ketaatan mendengar seruan iman,
lalu memohon peleburan dosa besar (dzunūb) sekaligus kesalahan kecil (sayyi'āt).
4 Penyerahan Diri Akhir Surah Al-Baqarah
QS. Al-Baqarah: 286
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ
عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ
لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ
الْكَافِرِينَ
“Rabbanā lā tu’ākhidznā in nasīnā au akhtha’nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā
ḥamaltahū ‘alal-ladzīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā thāqata lanā bih, wa‘fu ‘annā, waghfir
lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn.”
Artinya: “...Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa
atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat... Maafkanlah kami,
ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung kami...”
wasilah: Menyanjung kedudukan Allah sebagai Maulānā (Pelindung dan
Penguasa mutlak) yang tidak akan menelantarkan hamba-Nya yang lemah dan pelupa.
5 Penyesalan Seketika Nabi Musa
QS. Al-Qashash: 16
رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي
“Rabbi innī zhalamtu nafsī faghfir lī.”
Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri,
maka ampunilah aku.”
wasilah: Kejujuran kilat tanpa alasan/pembelaan diri di hadapan Sang
Pencipta. Hasilnya, ayat tersebut langsung dilanjutkan dengan firman: fa-ghafara lah (maka Allah
langsung mengampuninya).
6 Perlindungan Rahmat Nabi Nuh
QS. Hud: 47
رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا
تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِينَ
“Rabbi innī a‘ūdzu bika an as’alaka mā laisa lī bihī ‘ilm, wa illā taghfir lī wa
tar-ḥamnī akum minal-khāsirīn.”
Artinya: “Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari memohon
sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Jika Engkau tidak mengampuniku dan tidak menaruh belas kasihan
kepadaku, niscaya aku termasuk orang-orang yang rugi.”
wasilah: Menundukkan ego dan akal manusia di hadapan ilmu Allah yang
sempurna, bersandar penuh pada kelembutan rahmat-Nya.
7 Perlindungan dari Azab Api Neraka
QS. Ali 'Imran: 16
رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Rabbanā innanā āmannā faghfir lanā dzunūbanā wa qinā ‘adzāban-nār.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah
dosa-dosa kami dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.”
wasilah: Mengedepankan modal terbesar seorang hamba, yaitu iman, sebagai
alasan utama agar Allah sudi memadamkan api neraka atas dosa-dosanya.
8 Menghapus Sikap Israf (Berlebihan)
QS. Ali 'Imran: 147
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا
وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Rabbanagh-fir lanā dzunūbanā wa isrāfanā fī amrinā wa tsabbit aqdāmanā wanṣurnā
‘alal-qaumil-kāfirīn.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan
tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami serta tolonglah
kami...”
wasilah: Mengakui bahwa kelemahan manusia sering melampaui batas
(isrāf) dalam bersikap, hawa nafsu, dan kelalaian syariat.
9 Istighfar Orang Tua & Kaum Beriman
QS. Ibrahim: 41
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
“Rabbanagh-fir lī wa liwālidayya wa lil-mu’minīna yauma yaqūmul-ḥisāb.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu-bapakku dan semua
orang yang beriman pada hari diadakannya perhitungan (hari kiamat).”
wasilah: Membawa nama kedua orang tua dan jutaan mukminin dalam doa, yang
memicu rahmat Allah turun karena kelapangan hati pendoa yang mendoakan sesamanya.
10 Menyanjung Sebaik-baik Pemberi Rahmat
QS. Al-Mu'minun: 118
رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
“Rabbigh-fir war-ḥam wa anta khairur-rāḥimīn.”
Artinya: “Ya Tuhanku, berilah ampunan dan berilah rahmat, dan
Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmat.”
wasilah: Memuji nama dan sifat Allah (Khairur Rāḥimīn)—bahwa jika
seluruh makhluk menolak memaafkan hamba, rahmat Allah jauh melampaui murka-Nya.
II. 10 DOA DARI HADITS NABI ﷺ
Sunnah Shahihah
1 Sayyidul Istighfar (Tuannya Istighfar)
HR. Bukhari no. 6306
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ،
وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ
بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
“Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika
wa wa‘dika mastaṭa‘tu, a‘ūdzu bika min syarri mā ṣana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u laka
bidzambī faghfir lī, fa-innahū lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.”
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan selain
Engkau. Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku memegang perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku
berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu atasku dan aku mengakui dosaku
kepada-Mu, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”
wasilah: Mengandung rukun taubat paripurna: pengakuan rububiyah, pengakuan
kehambaan, perbandingan antara limpahan nikmat Allah dengan buruknya dosa hamba, dan penegasan bahwa tiada
tempat lari selain kepada-Nya.
2 Doa Sujud: Sapu Bersih Dosa
HR. Muslim no. 483
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ،
وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ
“Allāhummagh-fir lī dzambī kullah, diqqahū wa jillah, wa awwalahū wa ākhirah, wa
‘alāniyatahū wa sirrah.”
Artinya: “Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku: yang kecil
(diqqahu) maupun yang besar (jillahu), yang pertama maupun yang terakhir, yang tampak maupun
yang tersembunyi.”
wasilah: Dibaca saat sujud (posisi terdekat hamba dengan Allah). Membedah
seluruh kategori dosa tanpa ada yang ditutup-tutupi di hadapan Sang Maha Mengetahui.
3 Doa Tasyahhud Abu Bakar ash-Shiddiq
HR. Bukhari & Muslim
اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا
أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Allāhumma innī zhalamtu nafsī zhulman katsīrā, wa lā yaghfirudz-dzunūba illā anta,
faghfir lī maghfiratam min ‘indika, war-ḥamnī innaka antal-ghafūrur-raḥīm.”
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku sendiri dengan
kezaliman yang sangat banyak, dan tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau. Maka ampunilah aku dengan
ampunan khusus dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku, sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
wasilah: Meminta maghfiratan min 'indik (ampunan istimewa yang
datang langsung dari gudang perbendaharaan ampunan Allah) yang tidak bergantung pada sedikitnya amal hamba.
4 Ismullah al-A'zham (Nama Teragung)
HR. Abu Dawud & Nasa'i
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا أَللَّهُ بِأَنَّكَ الْوَاحِدُ الأَحَدُ الصَّمَدُ
الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ، أَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي، إِنَّكَ
أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Allāhumma innī as’aluka yā Allāh, bi-annakal-wāḥidul-aḥaduṣ-ṣamad, alladzī lam yalid wa
lam yūlad wa lam yakul lahū kufuwan aḥad, an taghfira lī dzunūbī, innaka antal-ghafūrur-raḥīm.”
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, wahai Allah, karena
sesungguhnya Engkau Maha Esa, Tunggal, tempat bergantung segala sesuatu, tidak beranak dan tidak diperanakkan,
serta tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya, agar Engkau mengampuni dosa-dosaku. Sungguh Engkau Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.”
wasilah: Mendahului permohonan ampunan dengan seluruh sifat kemurnian
tauhid dalam Surah Al-Ikhlas. Rasulullah ﷺ bersabda saat mendengar doa ini: "Ia telah diampuni, ia telah
diampuni, ia telah diampuni!"
5 Istighfar Qiyamul Lail (Tahajud)
HR. Muslim no. 771
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا
أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ،
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
“Allāhummagh-fir lī mā qaddamtu wa mā akh-khartu, wa mā asrartu wa mā a‘lantu, wa mā
asraftu, wa mā anta a‘lamu bihī minnī, antal-muqaddimu wa antal-mu’akh-khir, lā ilāha illā anta.”
Artinya: “Ya Allah, ampunilah apa yang telah kulakukan dan apa yang
kutunda, apa yang kurahasiakan dan apa yang kunampakkan, apa yang kulakukan berlebihan, serta apa yang Engkau
lebih ketahui daripada diriku sendiri. Engkau Maha Mendahulukan dan Maha Mengakhirkan, tiada Tuhan selain
Engkau.”
wasilah: Menyerahkan dosa-dosa yang bahkan sudah terlupakan oleh memori
manusia, namun tercatat rapi di Lauhul Mahfuzh, di hadapan Sang Maha Memajukan dan Mengakhirkan.
6 Pelebur Dosa (Al-Hayyul Qayyum)
HR. Abu Dawud & Tirmidzi
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ
إِلَيْهِ
“Astaghfirullāhal-ladzī lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūma wa atūbu ilaih.”
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang tidak ada tuhan selain
Dia, Yang Maha Hidup Abadi lagi Maha Berdiri Sendiri mengurus makhluk-Nya, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
wasilah: Bertawasul dengan dua Asmaul Husna teragung: Al-Ḥayyu
(kehidupan abadi yang menghidupkan hati berkarat dosa) dan Al-Qayyūm (kekuasaan menegakkan urusan
taubat hamba). Menggugurkan dosa besar bahkan lari dari medan perang.
7 Dzikir Taubat 100 Kali Satu Majelis
HR. Abu Dawud & Tirmidzi
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
“Rabbigh-fir lī wa tub ‘alayya innaka antat-tawwābur-raḥīm.”
Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah taubatku,
sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
wasilah: Mengetuk pintu At-Tawwāb (Dzat yang senang menerima hamba
yang kembali) berulang-ulang dengan penuh kerinduan kasih sayang.
8 Tasbih Penggugur Dosa (Rukuk & Sujud)
HR. Bukhari & Muslim
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
“Sub-ḥānakallāhumma rabbanā wa biḥamdika, Allāhummagh-fir lī.”
Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu.
Ya Allah ampunilah aku.”
wasilah: Doa yang dipraktikkan Nabi ﷺ setelah turunnya Surah An-Nashr.
Mengawali permintaan dengan penyucian (tasbih) dan pujian (tahmid), pintu gerbang terkabulnya
ampunan.
9 Iftitah: Pembersihan Fitrah Total
HR. Bukhari & Muslim
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ
وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ،
اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
“Allāhumma bā‘id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā‘adta bainal-masyriqi wal-maghrib,
Allāhumma naqqinī minal-khaṭāyā kamā yunaqqats-tsaubul-abyaḍu minad-danas, Allāhummagh-sil khaṭāyāya bil-mā’i
wats-tsalji wal-barad.”
Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antaraku dan kesalahan-kesalahanku
sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana
pakaian putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun
es.”
wasilah: Merayu agar panasnya kobaran api akibat dosa-dosa masa lalu
dipadamkan dan disejukkan dengan kesucian air, salju, dan es.
10 Kejujuran Sifat Manusiawi
HR. Bukhari & Muslim
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ
أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي، وَخَطَئِي وَعَمْدِي، وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي
“Allāhummagh-fir lī khaṭī’atī wa jahlī, wa isrāfī fī amrī, wa mā anta a‘lamu bihī minnī.
Allāhummagh-fir lī jiddī wa hazlī, wa khaṭa’ī wa ‘amdī, wa kullu dzālika ‘indī.”
Artinya: “Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, sikap
berlebihanku dalam urusanku, dan apa yang Engkau lebih tahu daripadaku. Ya Allah, ampunilah kesungguhanku,
candaanku, ketidaksengajaanku, serta kesengajaanku, dan semua itu ada pada diriku.”
wasilah: Ungkapan kepasrahan paling mengharukan: kalimat “wa kullu
dzālika ‘indī” (semua keburukan itu ada padaku) meruntuhkan segala kesombongan di hadapan Allah.